Begini Alurnya: Cara Mengurus Surat Rujukan BPJS

Masih banyak orang yang beranggapan bahwa mengurus surat rujukan BPJS itu ribet dan bertele-tele.

Ya… anggapan mengurus surat rujukan Bpjs yang ribet ini memang tergantung dari sudut mana melihatnya.

Jika melihat dari sudut pandang waktu yang terbuang ada sedikit benarnya, tetapi itupun hannya diawalnya saja, selebihnya sudah lebih cepat.

Nah, jika kalian saat ini sedang bingung dengan alur atau cara mengurus surat rujukan bpjs kesehatan, maka kalian bisa coba membaca artikel yang Nanyak terbitkan ini sampai habis.

Cara Mengurus Surat Rujukan BPJS Kesehatan

Di artikel mengenai cara mengurus surat rujukan Bpjs Kesehatan ini Nanyak akan membagi dalam dua cara yakni ketika pertama kali harus membuat surat rujukan dan kemudian bagaimana cara mengurus surat rujukan internal ke poli lain jika jangka waktu surat rujukan dari faskes 1 masih berlaku.

Surat Rujukan Faskes 1

Hal utama yang harus diketahui dalam aturan Bpjs Kesehatan adalah untuk semua tindakan medis, faskes 1 haruslah mengetahui terlebih dahulu.

Tetapi aturan mengenai faskes 1 harus tahu terlebih dahulu ini boleh dilanggar ketika pasien bpjs memerlukan tindakan medis darurat seperti harus masuk ke IGD atau penanganan saat melahirkan.

Untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut di Rumah Sakit, maka wajib bagi peserta BPJS untuk meminta surat rujukan ke faskes 1.

Cara meminta surat rujukan di faskes 1 ini sangatlah mudah, kalian hanya perlu mendatangi faskes 1 dan bertemu dengan dokter seperti saat periksa sakit. Bedanya, saat bertemu dokter, kalian tinggal bilang saja kalau mau minta surat rujukan ke poli yang dituju.

Surat rujukan ini juga akan otomatis diberikan oleh dokter faskes 1 jika pasien memerlukan penanganan lebih lanjut dan memerlukan bantuan dokter spesialis.

Setelah mendapatkan surat rujukan, kalian bisa menggunakan surat rujukan ini ke rumah sakit dan poli yang dituju.

Oiya, surat rujukan bpjs ini berlaku hingga tiga bulan kedepan, jadi kalian tidak perlu bolak-balik minta surat rujukan ke faskes 1 jika mendatangi poli yang sama.

Satu lagi infromasi yang mungkin berguna, surat rujukan Bpjs bosa diubah tujuan poli atau rumah sakitnya dengan catatan rujukan tersebut belum dipergunakan.

Surat Rujukan Internal Antar Poli

Seperti yang sudah Nanyak informasikan sebelumnya, surat rujukan dari faskes satu berlaku selama tiga bulan.

Nah… pertanyaannya bagaimana jika dalam jangka waktu tiga bulan tersebut pasien Bpjs harus berganti poli?

Jawabannya ada dua.

Jika masih dalam satu rumah sakit yang sama, maka pasien Bpjs hanya perlu meminta surat rujukan internal antar poli.

Tetapi jika membutuhkan rujukan ke rumah sakit lain yang setipe, maka pasien Bpjs perlu meminta surat rujukan lagi ke faskes 1.

Jika pasien BPJS membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut ke rumah sakti yang lebih besar atau rumah sakit yang memiliki tipe lebih tinggi, maka pastikan untuk mengurus surat rujukannya dulu mulai dari rumah sakit tipe C, tipe B untuk kemudian menuju ke rumah sakit tipe A.