Viral Bipang Ambawang Yang Disebut Oleh Presiden Jokowi

Salah satu makanan khas daerah Indonesia, Bipang, Ambawang mendadak menjadi viral dan lebih dikenal oleh masyarakat Indonesia setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi), dalam peringatan Hari Bangga Buatan Indonesia, mengajak masyarakat belanja Bipang Ambawang.

Pada video yang diunggah di media sosial pada tanggal 5 mei lalu tersebut, Presiden Jokowi mengajak masyarakat untuk membeli makanan khas Indonesia yang salah satunya adalah Bipang Ambawang secara online di tengah larangan mudik untuk mencegah semakin meluasnya dampak Covid-19.

Menurut Jokowi, karena pemerintah melarang mudik, jajanan khas yang biasanya menjadi oleh-oleh saat Lebaran bisa dibeli secara daring.

“Yang rindu makan gudeg Jogja, bandeng Palembang, bipang Ambawang Kalimantan dan lain-lain tinggal pesan dan makanan kesukaan akan sampai di rumah,” kata Jokowi.

Makanan Bipang Ambawang menjadi viral lantaran Bipang Ambawang adalah makanan yang merujuk pada singkatan babi panggang yang merupakan kuliner khas Kalimantan Barat.

Menariknya pidato presiden Jokowi yang dianggap salah oleh beberapa orang ini malah membuat salah satu pemilik restoran Babi Panggang Ambawang di Kubu Raya, Kalimantan Barat, mencatatkan penjualan dua kali lipat dibandingkan hari-hari normal.

Bahkan makanan khas masyarakat suku Dayak yang ada di Kalimantan Barat tersebut yang sebelumnya hanya dikenal sebagai makanan khas kampung kini menjelma menjadi makananan daerah yang sudah dikenal secara nasional.

Deky Junaedi, salah satu pemilik restoran Babi Panggang Ambawang di Kubu Raya, Kalimantan Barat,

menyebut mulai menerima pesanan dari Jakarta dan kota besar lainnya.

“Sebagai salah satu orang yang bergerak di kuliner lokal, saya senang dan bangga dengan perhatian pemerintah. Kenaikan order ada, kalau dari online itu dua hari ini ada dua kali lipat dari normal,” jelasnya seperti yang dikutip dari CNN Indonesia.

Banyak pihak yang menyayangkan pernyataan Presiden Indonesia tersebut karena dianggap mempromosikan makanan non halal di tengah bulan Ramadan ini.

Namun Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi meminta masyarakat untuk melihat pernyataan Jokowi secara lebih luas. Lutfi menyebut pernyataan Kepala Negara ditujukan untuk seluruh masyarakat Indonesia yang memang terdiri dari beragam suku, budaya, serta agama.

Bagaimana kalau menurut kalian?