Danau Tiberias, Danau Yang Pasang Surut Airnya Dijadikan Tanda-Tanda Datangnya Kiamat

Danau Tiberias adalah nama danau yang berada di daerah Israel. Danau Tiberias sangat istimewa terutama bagi umat muslim karena danau yang terletak di Israel ini menjadi salah satu pertanda alam akan kemunculan dajjal.

Danau Tiberias disebut juga sebagai Danau Galilea atau disebtu juga dengan Danau Genesaret, Danau Kineret, Danau Kinerot, atau laut Tiberias merupakan danau terbesar di kawasan Israel.

Pada awalnya, lokasi Danau Tiberias tidaklah berada di kawasan negara Israel, melainkan terletak di wilayah Palestina dan Suriah, namun kini wilayah Danau Tiberias sudah sepenuhnya menjadi milik Israel.

Danau Tiberias Simbol Tiga Agama

Dalam sejarahnya, Danau Tiberias ini bisa dikatakan dimiliki oleh tiga agama berbeda yaitu Islam, Kristen dan Yahudi.

Bagi umat Islam, Danau Tiberias merupakan salah satu petunjuk telah datangnya akhir jaman dan munculnya Dajjal.
Namun berbeda bagi umat Kristen, bagi umat Kristen, Danau Tiberias ini merupakan tempat dimana Yesus menunjukkan mukjizatnya dapat berjalan di atas air dan menjaring ikan yang sangat anyak dari dalam perairan tersebut.
Di sekitaran Danau ini pula, atau tepatnya di Tabgha, Yesus memperlihatkan mukjizatnya yang lain, yaitu memberikan makanan bagi lima ribu orang dari secuil roti.

Umat Kristen dan Yahudi juga mempercayai jika 60 Km dari Danau Tiberias, yaitu kota nelayan merupakan tempat Yesus memutuskan tinggal.

Kemudian sekitar 15 menit dari Danau Tiberias, umat Kristen dan Yahudi juga mempercayai Yardenit, Sungai Jordan merupakan tempat Yesus dibaptis.

Pasang Surut Air Danau Tiberias

Seperti yang telah ditulis sebelumnya, kondisi air Danau Tiberias menjadi salah satu pertanda alam akan datangnya akhir jaman dan munculnya Dajjal.

Umat Islam mempercayai jika air yang ada di Danau Tiberias surut, maka kemunculan Dajjal akan semakin dekat. Hal inipun seperti yang tertulis dalam hadits.

Rasulullah shallallahun ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hal yang paling saya takutkan akan menimpa kalian adalah al-Masih ad-Dajjal”.

“Dalam sebuah hadist yang panjang yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari riwayat Fatimah binti Qais radhiyallahu ‘anha mengisahkan tentang seorang lelaki yang melihat Dajjal secara langsung. Dalam percakapanya disebutkan salah satu kemunculan Dajjal yakni menyusutnya danau Tiberias/Thabariyyah , “

Sedangkan dalam hadist lain disebutkan, “Bahwa Danau Thabariyyah ini akan habis diminum oleh pasukan Ya’juj Ma’juj. Lalu Allah SWT mengirimkan Ya’juj wa Ma’juj dan mereka mengalir dari tiap-tiap tempat yang tinggi.”

Air Danau Tiberias Surut

Pada tahun 2018, air Danau Tiberias susut menjadi satu centimeter setiap harinya. Hal ini karena sejak tahun 2008, air danau Tiberias dieksploitasi besar-besaran dan tidak terkontrol.

Kondisi air yang surut di Danau Tiberias ini semakin diperparah oleh kondisi alam karena perubahan iklim yang membuat daerah di sekitaran Danau Tiberias jarang turun hujan sehingga danau pun jadi kekeringan.

Belum lagi sungai-sungai yang sebelumnya mengalir ke Danau Tiberias juga berkurang karena aliran sungai yang dibelokkan untuk mengairi ladang pertanian.

Air Danau Tiberias Meluap Lagi

Sejak tahun 2013, kawasan daerah Danau Tiberias dilanda kekeringan yang teramat sangat, bahkan para ahli sempat membuat prediksi, jika saja kekeringan bertambah satu tahun lagi, maka daerah tersebut dipastikan akan terjadi krisis air.

Namun prediksi tersebut akhirnya pupus. Di paruh tahun 2019 lalu, curah hujan di daerah Danau Tiberias sangat tinggi, mencapai 600 ml.
Tak hanya hujan, salju pun juga besar.


Seperti yang dilaporkan oleh CBN News, curah hujan dan salju yang tinggi ini membuat aliran-aliran sungai yang menuju ke Danau Tiberias penuh lagi. Air Danau Tiberias yang semula terlihat susut dan kering, mulai menampung curahan air hujan dan aliran sungai lagi. Danau yang menjadi pertanda datangnya kiamat ini tak jadi kering, dan kini penuh lagi.