Arti Stunting Pada Anak Dan Cara Pencegahan Stunting

Akhir-akhir ini istilah stunting sering kita dengar lagi, terutama bagi para orang tua yang baru memiliki anak.

Tetapi sebenarnya apa sih arti stunting pada anak ini, dan bagaimana cara pencegahan stunting pada anak ini?

Stunting Adalah…

Stunting adalah kondisi tinggi badan anak lebih pendek dibanding tinggi badan anak seusianya.

Berdasarkan situs bkkbn.go.id, stunting adalah kekurangan gizi pada bayi di 1000 hari pertama kehidupan yang berlangsung lama dan menyebabkan terhambatnya perkembangan otak dan tumbuh kembang anak.

Di Indonesia, masalah stunting ini adalah masalah yang cukup besar karena masih banyak anak Indonesia yang mengalami hal ini.

Penyebab stunting sendiri adalah karena anak kekdurangan gizi kronis dengan manifestasi kegagalan pertumbuhan yang dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun.

Untuk para calon mama yang saat ini hamil, ingatlah jika kekurangan gizi pada masa ajnin dan usia dini akan berdampak pada perkembangan otak dan rendahnya kemampuan kognitif yang mempengaruhi cara berpikir anak sehingga mempengaruhi prestasi di sekolah dan keberhasilan pendidikan.

Ciri-Ciri Anak Stunting

Banyak orang tua yang belum tahu jika ciri-ciri stunting pada anak yang gampang dilihat adalah tubuh anak terlihat lebih pendek daripada teman-teman seusianya yang penyebab terbesarnya adalah karena kekurangan nutrisi.

Anak masuk ke kategori anak stunting jika tinggi badanya menunjukkan angka dibawah -2 standar deviasi terutama jika kondisi kurangnya tinggi badan ini terjadi di anak yang masih berusia di bawah 2 tahun.

Kondisi anak seperti ini harus ditangani dengan cepat dan tepat.

Penyebab Stunting Anak

Apa penyebab stunting pada anak?
Ada beberapa penyebab stunting pada anak selain asupan gizi yang buruk yakni sering terserang penyakit infeksi, bayi lahir prematur, dan berat badan lahir rendah.

Penyebab kurang gizi ini bukan hanya terjadi saat anak sudah lahir, tetapi sejak dalam masa kandungan, anak sudah mengalami kurang gizi, sehingga menyebabkan anak dalam kandungan tidak berkembang dengan semestinya dan saat lahirpun berat badannya kurang.

Saat anak sudah lahir, asupan gizi anak yang kurang biasanya terjadi karena ASI tidak mencukup, posisi menyusui kurang tepat, tidak diberikan ASI eksklusif, dan MPASI (makanan pendamping ASI) kurang berkualitas.

Proses stunting ini bisa dilihat ketika anak masih berusia 3 bulan, perkembangannya melambat terus menerus hingga usia anak mencapai 3 tahun.

Ciri-Ciri Stunting Anak

Berikut ini ciri-ciri stunting pada anak:

  1. Pertumbuhan melambat
  2. Wajah tampak lebih muda dari anak seusianya
  3. Pertumbuhan gigi terlambat
  4. Performa buruk pada kemampuan fokus dan memori belajarnya
  5. Usia 8 – 10 tahun anak menjadi lebih pendiam, tidak banyak melakukan kontak mata terhadap orang di sekitarnya
  6. Berat badan balita tidak naik bahkan cenderung menurun.
  7. Perkembangan tubuh anak terhambat, seperti telat menarche (menstruasi pertama anak perempuan).
  8. Anak mudah terserang berbagai penyakit infeksi.

Dampak Stunting Pada Anak

Dampak stunting pada anak sangat berbahaya.

Dampak jangka pendek stunting adalah terganggunya kecerdasan, perkembangan otak, gangguan metabolisme dan gangguan pada pertumbuhan fisiknya.

Berikut dampak stunting pada anak yang patut diwaspadai oleh para orang tua:

  1. Menurunkan kemampuan perkembangan kognitif otak anak
  2. Kekebalan tubuh lemah sehingga mudah sakit
  3. Risiko tinggi munculnya penyakit metabolik seperti kegemukan
  4. Penyakit jantung
  5. Penyakit pembuluh darah
  6. Kesulitan belajar

Bahkan ketika sudah dewasa, orang yang saat masih anak-anak mengalami stunting juga memiliki produktivitas kerja yang lebih rendah daripada orang yang masa anak-anaknya dalam kondisi normal.

Hal ini akhirnya bisa menyebabkan orang yang masa kecilnya terkena stunting akan sulit bersaing di dunia kerja.

Cara Mencegah Stunting Pada Anak

Lalu bagaimanakah cara mencegah stunting pada anak?

Seperti yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, ada tiga cara utama untuk bisa mencegah agar stunting terjadi pada anak-anak Anda, yaitu:

  1. Pola Makan
    Penyebab utama stunting adalah kurangnya gizi seimbang yang bisa dikonsumsi oleh si anak, baik saat di kandungan hingga lahir.

Bagi anak-anak dalam masa pertumbuhan, memperbanyak sumber protein sangat dianjurkan, di samping tetap membiasakan mengonsumsi buah dan sayur.

Dalam satu porsi makan, setengah piring diisi oleh sayur dan buah, setengahnya lagi diisi dengan sumber protein (baik nabati maupun hewani) dengan proporsi lebih banyak daripada karbohidrat.

  1. Pola Asuh
    Penyebab utama stunting selain karena kekurangan gizi juga bisa disebabkan karena pola asuh yang salah terutama dalam praktek pemberian makan bagi bayi dan balita.

Para calon ibu perlu memahami pentingnya memenuhi kebutuhan gizi saat hamil dan stimulasi bagi janin, serta memeriksakan kandungan empat kali selama kehamilan.

Bersalin di fasilitas kesehatan, lakukan inisiasi menyusu dini (IMD) dan berupayalah agar bayi mendapat colostrum air susu ibu (ASI). Berikan hanya ASI saja sampai bayi berusia 6 bulan.

Setelah itu, ASI boleh dilanjutkan sampai usia 2 tahun, namun berikan juga makanan pendamping ASI. Jangan lupa pantau tumbuh kembangnya dengan membawa buah hati ke Posyandu setiap bulan agar tumbuh kembang anak bisa terpantau dengan baik serta mendapatkan imunisasi yang lengkap untuk anak.

  1. Sanitasi dan Akses Air Bersih
    Tak bisa dipungkiri, sanitasi dan air bersih adalah penunjang utama untuk kehidupan yang lebih baik.

Karena dengan kurangnya sanitasi yang baik dan kesulitan akses air bersih akan dapat menyebabkan anak beresiko terhadap ancaman penyakit infeksi.